Tampilkan postingan dengan label Yahukimo Generation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yahukimo Generation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Ferinando Pahabol Masih Ingin Membela Klub di Tanah Papua

Yohanes Ferinando Pahabol
Meski telah ada tawaran utuk bergabung dengan sejumlah club ternama di Indonesia, namun pria ini masih ingin membela club-club sepak bola ternama dari Tanah Papua. 


Lelaki bertubuh kecil, pendek, murah senyum ini selalu tampil gemilang di tengah lapangan hijau. Ia nyaris tak kalah pamornya dengan para pendahulunya yang juga memiliki fans atau penggemar. Dialah pemilik nama lengkap Yohanes Ferdinand  Pahabol. Ia kerap dipanggail Ferry. Kemampuan pria yang satu ini, tidak diragukan lagi apalagi ketika sedang merumput, ia akan selalu tampak bagaikan kijang yang lincah bergerak meliwati lawan-lawannya sambil menggiring bola. Tak heran,  ia memiliki penggemar tersendiri. Hal itu terbukti manakala usai berlaga. Ia akan didatangi ratusan penggemarnya sekadar foto bersama ataupun meminta tandatangannya.

Berlatih dan terus berlatih adalah prinsip yang diterapkan pria muda ini, karena selain semangat dan bakat alam yang dimilikinya ia pun masih membutuhkan dorongan dan semangat yang harus diterapkan di lapangan melalui program yang ditetapkan. 

Menurut Fransina Kabak, Ferry dilahirkan dengan bakat  sebagai pemain sepak bola, karena sejak kecil ia sangat gemar bermain bola.  “bakat bermain bola ini sudah terlihat sejak dia masih kecil”, ujar Mama Kabak Pahabol. 

 Dalam perbincangan media ini bersama kedua orangtuanya di Jayapura usai menyaksikan pertandingan Persidafon Dafonsoro ketika menjamu lawannya Sriwijaya FC  Fransina Kabak dan Daniel Pahabol sempat berkisah tentang masa kecil pria penyuka minuman Pepsi. Menurut keduanya, Sejak kecil Ferry paling sulit dipisahkan dari bola. Ia akan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain bola. Kami masih ingat, kenang Daniel Pahabol, saat itu kami membelikan dia (Ferry-red) sebuah bola karet. Bola itu dipakainya dan dijaga dengan baik hingga Ferry memasuki sekolah dasar.

Nah, memasuki usai sekolah inilah Ferry kemudian mulai terlihat serius dengan sepak bola hingga ia terpilih menjadi tim sepak bola mewakili sekolahnya mengikuti turnamen sepak bola antarsekolah dasar se Jayawijaya di Wamena. Dari sinilah kemudian lelaki muda kelahiran Angguruk, 16 Januari 1992 ini kepincut dengan sepak bola.

Menyadari akan bakatnya ini, kedua orangtuanya terus saja memberi dorongan dan motivasi agar Ferry tidak saja larut dengan hobinya itu, tapi juga harus bisa membagi waktu antara belajar dan menyalurkan bakatnya. Berkat bimbingan dan dorongan orang tuanya ia terus saja mengasah kemampuannya sehingga ia masuk menjadi salah satu personil dari tim sekolahnya sejak SD, SMP hingga sekolah lanjutan atas.
Ia menjadi pemain yang senantiasa difavoritkan di kota Wamena, bahkan pernah ketika masih di SMP Ferry sempat membela tim daerah asalnya Persikim- Yahukimo. Kemudian pada jenjang SLT ia bersekolah di SMU Santu Thomas Wamena. disinilah Ferry kemudian mengikuti seleksi Persiwa U-21 tahun, dan sempat ikut beberapa musim.

Meski tergiur dengan sepak bola namun, ia diwajibkan untuk meyelesaikan pendidikannya, maka putra tunggal pasangan Daniel Pahabol dan Fransina Kabak ini harus hengkang ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikannya. Di Jayapura, Ferry masuk pada Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Cenderawasih. Meski sibuk bersekolah namun sepak bola menjadi agenda yang tidak bisa dilupakan. “Keduanya tetap “sama-sama penting”, ujarnya.

Sebelum bergabung ke klub berjuluk Gabus Danau alias Persidafon Jayapura. Ia sempat mengikuti selection as Sport di lapangan Stadion Barnabas Youwe (SBY) Sentani. Dalam uji coba tersebut, Ferry berhasilmencetak  1 gol. Kebolehannya ini, ternyata menarik perhatian seniornya, Eduard Ivakdalam. Eduard pun mengajaknya untuk mengikuti seleksi dafon scarto. Spontan saja ajakan itu disambut penuh antusias. Nah, dari sanalah kemudian menjadi pintu masuk bagi Ferry untuk bergabung bersama tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Jayapura, Persidafon Jayapura.

Meski masih bergabung dengan Persidafon jayapura, namun tawaran untuk bermain di club-club ternama Indonesia membajirinya, namun ia tidak memberi respons, karena baginya ia masih ingin bermain dan membela club-club besar ternama asal Papua. Ferry juga tidak menyangkal bahwa jika suatu waktu club yang membesarkannya Persiwa memanggilnya kembali maka ia akan menerimanya karena baginya Persiwapun saat ini merupakan sebuah club besar yang masih punya kans dalam kancah sepak bola tanah air. Â

Biodata :
Nama Lengkap                   : Ferry Pahabol (Ferry)
TTLÂ                                   : Angguruk 16 Januari 1992
Sekolah                               : FE Uncen Jayapura
Club                                    : Persidafon
Posisi                                  : Depan
Nama Ayah                        : Daniel Pahabol
Nama Ibu                           : Fransina Kabak

Selasa, 11 September 2012

Persija Resmi Dapatkan Yohanes Ferinando Pahabol

Yohanes Ferinando Pahabol
108Jakarta.com, Kebon Jeruk - Persija Jakarta resmi mendapatkan penyerang muda asal Papua, Ferinando Pahabol yang pindah dari Persidafon Dafonsoro.

Amunisi penggedor baru telah didapatkan Persija guna mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013. Yohanes Pahabol akan segera bergabung dengan Bambang Pamungkas dan kawa-kawan pekan depan setelah menyelesaikan urusan kuliahnya.

Masih bermasalahnya Persidafon dengan persoalan finansial mungkin yang menjadi pertimbangan Ferinando Pahabol memilih hijrah ke Persija.

“Saya belum tahu kapan harus merapat ke sana (Jakarta) karena saya masih harus menyelesaikan urusan kampus barulah saya berangkat. Tapi kemungkinan besar minggu depan saya sudah berada di Jakarta,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.

Namun, mantan pemain Persiwa Wamena ini tidak memikirkan soal gaji yang akan didapatnya dari tim ibukota itu, juga tentang sisa gajinya yang belum dilunasi oleh manajemen Persidafon. Ia hanya ingin mencari pengalaman dan menimba ilmu sebanyak mungkin di tim besar sekelas Persija.

”Saya tidak terlalu pikir untuk gaji yang belum dilunasi tersebut. Yang saya inginkan saat ini adalah mencari pengalaman dan suasana yang baru di mana semua komponen dapat menghargai apa yang kita lakukan,” ujar pemilik nama lengkap Yohanes Ferinando Pahabol.(irw)Sumber: http://www.108jakarta.com/

Selasa, 17 Juli 2012

Ferinando Pahabol Berlibur ke Angguruk Yalimek


Yohanes Pahabol
Pemain Persidafon Kabupaten Jayapura, Ferinando Pahabol, akan menjalani masa libur kompetisi dengan ‘pulang kampung’. Dirinya akan menjalani hari-hari tanpa hiruk pikuk di Angguruk, Ubahak Yalimek  tempat yang ia dilahirkan, Feri akan berada di Yalimek Ubahak Walley,  untuk jangka waktu yang cukup lama, dirinya ingin menenangkan diri setelah lelah menjalani kompetisi selama satu musim ini.

“Saya berlibur ke Yalimek Walley  kaka, saya lebih memilih pulang kampung, karena saya ingin istirahat dan hilangkan kelelahan dengan suasana dingin di Yalimek,” ujar Feri saat dihubungi  tadi sore.

Sebagai pemain sepakbola professional. Yohanes Pahabol  tetap akan menjalani latihan secara pribadi untuk menjaga kondisi tubuhnya, dirinya tidak ingin suasana libur merusak karier dan masa depannya di dunia sepakbola,  dan juga tempat yang ia berlibur dataran tinggi dan sangat jauh dari kabupaten Yahukimo atau Jayawijaya wamena.

“Latihan sudah pasti akan saya lakukan, karena saya harus menjaga kondisi tubuh dan feeling ball, saya juga tidak mau larut terlalu dalam dengan suasana libur sehingga merusak pola makan dan tidak olah raga, saya akan berusaha untuk jalani latihan sendiri,” ujar pengguna jersey bernomor 16 tersebut.

Rabu, 11 Juli 2012

Persidafon Pecundangi Persija Jakarta

Dua gol Patrich Wanggai benamkan Persija
Target meraih kemenangan dari Persija Jakarta berhasil dipenuhi oleh Persidafon Dafonsoro. tak tanggung-tanggung, Gabus Sentani pecundangi Macan Kemayoran dengan skor 3-1.

Gol-gol kemenangan Persidafon dicetak Patrich Wanggai pada menit 20 dan 52 serta satu gol lain dihasilkan Izaac Wanggai pada menit 32. Sedangkan gol balasan tim tamu, Persija Jakarta dicetak Rachmad Affandi pada menit-menit akhir babak kedua.

Persidafon memulai pertandingan dengan apik di awal babak pertama. Strategi umpan cepat melalui satu dua sentuhan berhasil membuat Persija kelimpungan.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit 20. Memanfaatkan umpan silang dari Cristian Warobay di sisi kiri pertahanan Persija Jakarta. Tuan rumah berhasil menambah gol pada menit 32 melalui kaki Izaac Wanggai.

Di babak kedua, pertandingan kedua tim mulai menarik. Tim tamu melepaskan sejumlah tembakan-tembakan ke arah gawang Persidafon yang dikawal oleh I Putu Dian Ananta. Namun, tendangan Robertino Pugliara, Pedro Javier dan Bambang Pamungkas selalu melebar atau berhasil diblok Dian Ananta.

Tuan rumah berhasil menambah pundi gol lewat umpan tarik manis dari Ferinando Pahabol yang kemudian diselesaikan baik oleh Patrich Wanggai lewat heading sehingga bola-pun menghujam ke sisi kanan gawang Persija yang dijaga oleh Galih Sudaryono.

Tim tamu akhirnya mampu memperkecil kedudukan ketika pertandingan memasuki menit akhir melalui kaki Rahmad Affandi. Skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah ini pun bertahan hingga pertandingan usai.  (ant/dzi)

Persidafon Pede Bisa Hajar Persija

REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA - Pelatih Persidafon Dafonsoro, Erens Pahelerang, mengatakan optimistis bisa 'menghajar' dan menaklukan Persija Jakarta dalam pertandingan akhir liga super Indonesia di stadion Barnabas Jouwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (10/7) sore.
"Kami optimistis bisa menaklukan Persija dikandang kami," kata Erens ketika dihubungi Jayapura via telepon seluler, Selasa (10/7).

Dikatakannya, anak-anak "Laskar Cyclop" julukan lain Persidafon Dafonsoro telah siap memberikan perlawanan kepada anak asuh Iwan Setiawan guna meraih poin penuh dikandang sendiri.
Apalagi dalam pertemuan pertama lalu Persidafon berhasil mendapatkan poin satu dengan menahan imbang Bambang Pamungkas dan kawan-kawan 0-0 dikandang Persija.

YOHANES PAHABOL
"Anak-anak siap memberikan yang terbaik bagi warga Sentani, Kabupaten Jayapura dan mereka akan menampilkan permainan menyerang guna mendapatkan poin," katanya.
Disinggung terkait kondisi skuad Persidafon, mantan pemain Persipura Jayapura era 70-an dan 80-an itu mengatakan Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan cukup siap dan dipastikan tim utama inti akan diturunkan menghadapi Persija.

"Siap, 75 persen anak-anak siap diturunkan. Dan hanya Micahel Nere yang masih cedera," katanya.
Seperti diwartakan sebelumnya, tim Persija Jakarta tak bisa membawa empat pemain intinya, Ismed Sofyan, Fabiano Beltrame, Ramdani Lestaluhu, dan Oktavianus, akibat cedera dan akumulasi kartu kuing saat bertandang ke Persidafon Dafonsoro.

Saat ini Persidafon Dafonsoro berada diperingkat ke-10 dengan 43 poin dari 32 kali bertanding, sedangkan Persija Jakarta berada diperingkat ke-lima dengan 52 poin dari 33 kali bertanding.
Persidafon masih menyisakan satu pertandingan tunda, yakni menjamu Persiwa Wamena namun masih menunggu keputusan BLI atau pun PSSI terkait pertandingan tersebut.

Selasa, 10 Juli 2012

Yohanes Pahabol Menyesal Tak Bisa Cetak Gol

Striker Persidafon Dafonsoro Yohanes Pahabol mengaku tidak begitu kecewa dengan kekalahan timnya saat dijamu Persib Bandung 2-3 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Senin (2/7/2012).


“Kalau secara permainan, kita tidak begitu kecewa karena kita sudah bisa memperlihatkan permainan yang tidak kalah dari Persib,” kata Pahabol seusai pertandingan.

Meski akhirnya harus pulang tanpa meraih satu poin pun, dirinya tetap merasa bahagia lantaran tim mampu bermain dengan baik. Bahkan dengan semangat di lapangan, anak-anak Papua itu mampu mengejar ketinggalan angka di babak kedua.

Yohanes Pahabol
“Semangat teman-teman sangat saya hargai. Tim mampu mengejar ketertinggalan dengan meraih dua angka di babak kedua,” ujarnya.

Pahabol sendiri terpaksa harus keluar lapangan di menit ke-72, lantaran cedera pada kakinya. Sehingga, diakui dirinya tidak bisa bermain fight dan gagal menyumbangkan gol untuk tim besutan Ernest Pehelerang tersebut.

“Tadi kaki saya sedikit cedera dan saya tidak bisa bermain secara maksimal. Ya, saya sangat menyayangkan karena tidak bisa memberikan gol untuk tim saya,” sesalnya.

Sementara itu, mantan pemain Persiwa Wamena ini tidak memungkiri, bila pada babak pertama, lini pertahanan Maman Abdurahman dkk sulit ditembus. “Di babak pertama lini belakang Persib bermain bagus dan membuat kita sulit masuk dan tidak bisa cetak gol,” pungkasnya.

Jumat, 06 Juli 2012

Persidafon Dafonsoro Tekuk PSPS Pekanbaru

Kemenangan atas PSPS membuat tim Gabus Sentani mengamankan posisi papan tengah klasemen.

 Persidafon Dafonsoro mengamankan posisi papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011/12 setelah mengalahkan PSPS Pekanbaru 2-1 di Stadio Barnabas Youwe, Jumat (6/7).
Christian Warobay


Kemenangan mengangkat Persidafon ke peringkat sembilan usai mengumpulkan nilai 43 dari 32 laga yang telah dijalani. Tim Gabus Sentani yang masih menyisakan dua pertandingan unggul dua angka dari Mitra Kukar.

  
Sedangkan kekalahan membuat PSPS tidak beranjak dari posisi ke-12. Tim Askyar Bertuah mengoleksi poin 38 dari 33 laga yang sudah dijalani.

Persidafon yang tampil di hadapan sekitar 5.000 pendukungnya langsung menerapkan permainan menyerang. Tuan rumah membuka keunggulan melalui Patrich Wanggai pada menit ke-19.

Namun kegembiraan kubu tuan rumah tidak bertahan hingga babak pertama berakhir. Agus Cima mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-26, sehingga menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Persidafon berusaha memperbaiki performa mereka agar bisa unggul kembali dari tim tamu. Upaya itu membuahkan hasil ketika laga memasuki menit ke-72 setelah Christian Warobay memaksa Fauzal Mubaraq memungut bola dari jalanya.

Kamis, 05 Juli 2012

Persidafon Bertekad Sapu Bersih Sisa Laga

Stadion Barnabas Youwe Sentani Kabupaten Jayapura Papua
VIVAbola – Persidafon Dafonsoro bertekad menyapu bersih seluruh laga yang tersisa di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Kemenangan sangat penting artinya bagi Persidafon untuk menjaga posisinya agar tidak turun kasta pada kompetisi musim depan.

Persidafon telah mengalami 13 kekalahan pada musim ini. Terakhir, tim asal Papua itu menyerah 2-3 dari Persib Bandung. Dengan mengoleksi 40 poin dari 31 laga, maka posisi Persidafon masih sangat rawan untuk digeser oleh tim-tim yang berada di bawahnya.

"Sekarang fokus kami memenangkan semua pertandingan sisa musim ini. Apalagi nanti seluruh pertandingan akan digelar di kandang sendiri. Tentunya kami ingin memberikan sesuatu yang berarti buat pendukung kami,” ujar Kapten Persidafon, Eduard Ivakdalam.

Selepas menghadapi Persib, Persidafon memang masih menyisakan tiga pertandingan lagi. Masing-masing adalah menghadapi PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta, dan laga tunda melawan Persiwa wamena. Seluruh laga ini akan digelar di kandang Persidafon.

Dari tiga kekalahan ini, Persidafon setidaknya harus bisa mengamankan satu laga. Bila tidak, posisinya kemungkinan bakal melorot dan harus berjuang lewat jalur laga playoff promosi-degradasi melawan peringkat 4 Divisi Utama Liga Indonesoa.

"Kami tidak mau melewati babak playoff karena posisi kita belum benar-benar aman, minimal kita bisa ambil satu pertandingan.”

Hal senada juga diungkapkan stiker Persidafon, Yohanes Pahabol. Kendati gagal memenuhi ambisinya membobol gawang Persib, striker bertubuh mungil itu, berharap bisa lebih fit di laga selanjutnya.

"Saya tidak bisa tampil maksimal karena masih mengalami nyeri di kaki. Tapi mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kondisinya bisa jauh lebih baik,” ujar Pahabol.

Dengan koleksi 15 gol yang sudah dikemasnya, Pahabol mengaku belum puas. "Saya tidak mau terlalu berpuas diri karena masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi gol musim ini.” (sj)

Gol Andri Ibo Selamatkan Persidafon Dafonsoro

Pelita Jaya Jawa Barat gagal mengemas poin penuh di kandang sendiri, setelah gol Andri Ibo di babak kedua berhasil membuat kedudukan menjadi imbang.


Bermain di hadapan pendukungnya, Pelita Jaya Jawa Barat tidak tampil agresif seperti biasanya. Tim tamu Persidafon Dafonsoro mengambil keuntungan dengan bermain menggunakan tempo lambat.

Meskipun demikian, Pelita mampu beberapa kali mengancam gawang Persidafon melalui umpan-umpan silang kepada Safee Sali, namun kiper Selcius Gebze masih terlalu tangguh untuk dapat ditaklukkan.


Pemain Persidafon Andri Ibo and Ferinando Pahabol
Pada menit ke-38, Pelita akhirnya membuat ribuan suporter bersorak setelah eksekusi tendangan bebas John Tarkpor Songkaley menembus jala Persidafon dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol, Persidafon mencoba menaikkan tempo permainan dan lebih agresif dalam menyerang, namun hingga turun minum kedudukan 1-0 tetap bertahan.

Pada babak kedua, Persidafon tampil lebih terbuka mengingat mereka tertinggal satu gol. Dan hal tersebut coba dimanfaatkan oleh Pelita dengan serangan balik cepat.

Pada menit ke-55, Pelita hampir menggandakan kedudukan melalui tendangan bebas Egi Melgiansyah, namun kali ini Selcius berhasil menepis bola. Tidak sampai satu menit berlalu, Safee berhasil memanfaatkan kesalahan bek Persidafon untuk menguasai bola di kotak penalti, namun sayang tembakannya masih melayang tipis dari gawang lawan.

Tim tuan rumah terus menekan pertahanan Persidafon, pada menit ke-79 Pelita kembali memperoleh peluang emas untuk mencetak gol. Dedi Kusnandar berhasil melewati hadangan bek lawan di kotak penalti, namun sayang tembakannya masih dapat dihalau oleh Selcius.


Tiga menit kemudian, petaka terjadi untuk Pelita Jaya. Berawal dari sebuah kemelut hasil tendangan bebas di sisi kanan gawang Pelita, Andri Ibo yang berada dalam posisi bebas menerima umpan dari rekannya dan dengan sangat mudah ia menceploskan bola ke gawang Pelita sehingga kedudukan berubah menjadi imbang 1-1.

Kemasukan satu gol membuat Pelita lebih agresif dalam melakukan serangan, namun perubahan strategi tersebut tampaknya terlambat karena hingga pertandingan usai kedudukan imbang tetap bertahan.

Dengan hasil tersebut, Persidafon memantapkan posisi mereka di sepuluh besar, sementara Pelita mampu menggusur Persiba Balikpapan di posisi enam karena unggul selisih gol.

Senin, 02 Juli 2012

Pelatih Persidafon Biarkan Anak Asuhnya Main Lepas

Pelatih Persidafon Dafonsoro Ernest Pehelerang
 Kesebelasan Persidafon Dafonsoro memaksa Persib berjibaku mempertahankan diri di babak ke dua setelah mengejar dua gol dan tersisa satu gol untuk imbang. Meski gagal menambah satu lagi, pelatih mereka mengaku puas.

Hal itu diutarakan Ernest Pehelerang dalam jumpa pers usai pertandingan di Bandung, Senin (2/7/2012) petang. Dua gol tercipta di babak ke dua berkat M Cirelli maupun Isak Oagai yang memanfaatkan keteledoran lini belakang Persib yang lengah setelah unggul 3-0.

Dalam jumpa pers itu, Ernest justru mengaku bahwa timnya tidak membuat persiapan khusus sebelum melawan Persib, termasuk program latihan. "Saya biarkan mereka main lepas saja," ujar Ernest.
Ternyata, tim Persidafon tengah dirundung duka karena sudah enam bulan para pemain telat mendapatkan gaji. Saat pertandingan dimulai, mereka membuat aksi dengan berlutut di atas lapangan sepak bola sementara tim Persib hanya diam dan sesekali mengoper bola tanpa berusaha menuju ke gawang.
Pelatih Persib Robby Darwis mengakui bahwa dua gol Persidafon terjadi karena pemain terlalu percaya diri setelah unggul tiga poin. Hal itu bakal menjadi bahan evaluasi untuk sisa pertandingan tandang ke Persiram Raja Ampat serta Sriwijaya FC.

Minggu, 01 Juli 2012

Persidafon Dafonsoro Ke Bandung Tanpa Target

Pengunduran satu hari jadwal pertandingan tidak mempengaruhi persiapan timnya untuk menghadapi Maung Bandung


 Pelatih Persidafon Dafonsoro, Ernest Pahelerang, mengatakan bahwa dia tidak memberikan beban target untuk anak asuhnya. Ernest hanya mengharapkan Partich Wanggai dan kawan-kawan bisa menikmati pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Senin (2/7) sore besok.

Ernest menilai calon lawannya sebagai tim bagus yang diperkuat materi pemain mumpuni. "Kalau kita lihat mereka (Persib) punya materi yang bagus, kita jauh di bawahnya. Jadi untuk kita yang penting bagaimana kita nikmati saja pertandingan itu. Lawan Persib kita tidak bebani pemain harus poin dan segala macem. Yang penting mereka bisa tampil bagus di stadion ini," ungkap Ernest setelah sesi uji coba lapangan, Sabtu kemarin.


Yohanes Pahabol
 Pengunduran satu hari jadwal pertandingan, menurut Ernest tidak mempengaruhi persiapan timnya untuk menghadapi Maung Bandung. Pelatih tim berjuluk Gabus Sentani ini hanya menghawatirkan kejenuhan yang mungkin merundungi anak asuhnya karena waktu yang lama menunggu pertandingan di Bandung.

Persidafon pun akan turun dengan full team saat melawan Persib. Dua pemainnya yang pada pertandingan sebelumnya melawan Pelita Jaya Karawang, sudah bisa tampil kembali. Mereka adalah Yohanes Pahabol yang sudah pulih dari cederanya dan Patrich Wanggai yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Hanya saja Patrich Wanggai tidak ikut dalam sesi latihan Sabtu kemarin dengan alasan dengan istirahat di hotel tempat mereka menginap selama di Bandung.

Persidafon berhasil menahan imbang tim tuan rumah, Pelita Jaya, pada laga sebelumnya, 27 Juni lalu. Hasil seri 1-1 atas Pelita Jaya itu menjadi bekal berharga bagi Persidafon untuk melawan Persib.

"Ya itu bekal buat kita ke sini. Kebetulan kemarin lawan Pelita itu kan kita jadwal penerbangannya kacau. Kita tidak prediksi bahwa waktu itu adalah jadwal libur sekolah. Jadi penerbangan penuh sekali. Sehingga kita baru bisa pesan tiket dan baru 11 orang yang berangkat. Lalu 3 orang ikut dengan saya, pas menjelang pertandingan baru tiba," cerita Ernest.

Kamis, 28 Juni 2012

Persidafon Ingin Curi Poin Saat Tur Jawa Barat

         Pahabol mengalami cedera saat bermain lawan Persisam.



Yohanes F. Pahabol
 Persidafon masih mengalami masalah nonteknis tetapi anak-anak sudah mematok target untuk mencuri poin,” kata Pehelerang seraya menambahkan, tim yang berangkat hanya 18 orang, tanpa diperkuat pemain mungil Ferinando Pahabol.

      Menurut Pehelerang, Pahabol mengalami cedera saat bermain lawan Persisam Samarinda. Cedera itu terjadi karena bertabrakan dengan pemain belakang Persisam, M. Roby. Sedangkan Patrick Wanggai memang ikut bersama tim, tetapi masih mengalami akumulasi kartu sehingga tak akan diturunkan dalam laga nanti.

      Menyinnggung soal pemanggilan Ferinando Pahabol ke timnas, menurut Pehelerang, semua tergantung kebijakan dari pihak menajemen Persidafon. Tampaknya sulit bagi Ferinando Pahabol untuk memperkuat timnas U-22 karena pihak manajemen lebih memilih tidak mengirimkan Pahabol sambil menunggu perkembangan hasil MoU PSSI yang telah difasilitasi AFC dan FIFA.

     Pengamat sepakbola Marthin Rumere yang juga mantan pemain Mandala Jaya, klub Divisi Utama Persipura, mengaku heran karena striker Persidafon Patrick Wanggai boleh membela timnas, sedangkan Pahabol tidak diperbolehkan.

Selasa, 19 Juni 2012

Yohanes Ferinando Pahabol, Mutiara Dari Yalimek Papua

Solossa belum habis, Patrich Wanggai dan Tibo masih bersinar kini muncul lagi dua Pahabol, Ferinando di Persidafon dan Josua di Semen Padang. Dua Pahabol ini mulai menunjukan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar.

Yosua memang sudah memperkuat Timnas U21 dan mampu menjebol gawang  lawan. Ferinando Pahabol belum bermain di Timnas tapi soal kualitas individunya jangan ditanya. “Mitra Kukar sudah merasakan kehebatan Ferinando Pahabol dalam membikin gol,” tutur Ferdinando Fairyo pelatih Kepala Tim PON Papua kepada 
GOAL.com Indonesia di Jayapura, Kamis (29/3).

Yohanes Feri Pahabol


Dia menambahkan sebelumnya berminat merekrut Pahabol Ferinando memperkuat tim PON Papua tapi keburu bergabung dengan tim Persidafon. ”Saya sudah melihat kemampuan dan skill individunya sejak lama  saat perkuat Persiwa U21,” kata Fairyo. Dia berharap dalam putaran kedua nanti di Persidafon, Pahabol Ferinando sudah pantas dipertahankan  dalam skuad utama atau minimal masuk dalam bench. Pahabol juga mendapat julukan Lukas Mandowen dari Persidafon yang sama-sama memiliki tubuh mungil.

“Salut dengan keberanian assisten pelatih Persidafon, Erens Pehelerang  menduetkan Ferinando dan Patrick, kedua darah muda ini masih perlu mendapat suplai dari lini tengah,”papar Fairyo seraya menambahkan sebaiknya pemain-pemain muda berkualitas jangan terlalu lama duduk di bangku cadanngan harus bisa masuk
dalam starting eleven. Dia menegaskan jam terbang yang banyak mampu memperkuat mental bertanding agar semakin matang dalam kompetisi ISL 2012.


Sebenarnya Fairyo sudah lama mengamati Pahabol saat masih memperkuat Persiwa U21 dan hendak merekrut masuk ke Tim Sepak Bola PON Papua tetapi Pahabol sudah ke Persidafon hingga upaya menggaetnya ke PON Papua gagal.

Hal senada juga dikatakan pelatih Kepala Akademi Sepakbola Emsyk Uni Papua Johanes Songgonao menilai kemampuan individu Ferinando Pahabol. Bagi Songgonao kalau muda seperti Ferinando dan Josua tumbuh secara alamiah tetapi mampu mengembangkan kemampuannya untuk berkiprah di sepakbola Indonesia. ”Saya berharap Ferinando Pahabol agar tetap mempertahankan trendnya biar terpilih masuk skuad timnas,” tutur Songgonao mantan striker PKT Bontang era 1990an.

Asisten Pelatih Persidafon Erens Pehelerang  menilai pemain asal Pegunungan Yahukimo ini meski berpostur kecil  hanya setinggi 157 cm memiliki potensi bermain bola yang bagus.

Kepercayaan dirinya mulai bertambah saat Persidafon melawan Arema lanjut Pehelerang dan terus menunjukan kemampuan individu yang semakin mumpuni. Buktinya saat melawan Mitra Kukar gol tunggal Ferinando Yohanes Pahabol pemain kelahiran Anggruk Kabupaten Yahukimo, 1 Januari 1990 ini  mampu membawa Persidafon raih tiga poin penuh
.